Penjelasan Hukum Termodinamika Terlengkap

Penjelasan Hukum Termodinamika Terlengkap

Penjelasan lengkap tentang apa itu Hukum Termodinamika 1 2 itu dari pengertian, rumus, proses, bahan, siklus, ringkasan dan contoh terbaru.

Apa hukum termodinamika? Apakah Anda memiliki AC di rumah? Atau lemari es yang biasa disebut lemari es? Jika belum, apakah Anda yakin sudah memiliki kendaraan bermotor? Ya, semua hal ini mentransfer panas untuk menjadi bisnis. Proses ini merupakan salah satu hukum dalam bidang fisika yaitu hukum termodinamika.

Salah satu hukum fisika harus dipelajari, baik pengertian, hukum bunyi, rumus, bahkan untuk contoh soal dan aplikasinya dalam kehidupan sehari-hari. Materi hukum termodinamika memang banyak, jadi https://sudutpintar.com/ bahas satu persatu agar lebih mudah dipahami.

Memahami hukum termodinamika

Termodinamika adalah pernyataan tentang hubungan antara kerja dan perubahan dari panas ke energi. Hubungan ini erat kaitannya dengan kerja, energi, temperatur, mekanika statik dan juga proses.

Hukum termodinamika

Hukum termodinamika memiliki hukum awal atau hukum a-0 yang menggambarkan kesetimbangan, dimana terdapat 2 sistem baru diantara kedua sistem tersebut yang berada pada kesetimbangan.

Sedangkan hukum lainnya yaitu Hukum Termodinamika 1 dan Hukum Termodinamika 2 dirangkum dalam parameter-parameter berikut ini.

Hukum termodinamika 1

Hukum kekekalan energi adalah hukum termodinamika 1, bunyinya adalah:

“Energi tidak dapat diciptakan atau dihancurkan, itu hanya dapat berubah bentuk.”

Pernyataan hukum Hukum Termodinamika 1 menjelaskan bahwa energi tidak akan meningkat atau berkurang dalam suatu sistem.

Rumus hukum termodinamika 1

Energi untuk sistem berasal dari panas dan bekerja di dalam sistem. Ketika digunakan dalam persamaan matematika, hasilnya akan menjadi:

Persamaan ini menunjukkan bahwa panas yang diterima atau dilepaskan dari suatu benda akan menjadi usaha yang ditambah dengan perubahan energi.

Sifat panas yang diterima atau panas yang dilepaskan akan menentukan apakah suatu nilai bernilai positif (+) atau negatif (-).

Sifat termal

  • Q = positif (+), jika menerima panas. Q = positif (-), jika mengeluarkan panas.
  • W = positif (+), jika Anda bekerja. W = negatif (-), jika usaha diberikan.
  • △ U = positif (+), jika ada energi tambahan. △ U = negatif (-), jika Anda melihat penurunan energi.

Hukum Termodinamika II

Perpindahan panas terjadi dari suhu tinggi ke suhu rendah.

Suara hukumnya adalah:

“Panas berubah dari suhu tinggi (panas) ke suhu rendah (dingin). Kalau kalor bersirkulasi berlawanan arah, harus ada upaya karena tidak mengalir secara spontan ”.

Hukum ini, jika diterapkan pada proses termodinamika, adalah sebagai berikut.

Proses termodinamika

Berdasarkan definisi tersebut, termodinamika memiliki 4 tahapan yang dibedakan menjadi proses isobarik, isokorik, isotermal dan adiabatik. Proses eksperimental adalah sebagai berikut:

1. Proses isobarik

Proses termodinamika pertama menjelaskan sistem yang memiliki nilai tekanan konstan.

Penjelasan:

  • Suatu sistem memiliki tekanan konstan. Simbol aksen garis vertikal (P).
  • Besarnya usaha (W) bergantung pada volume benda. Volume ditunjukkan dengan (V) pada garis horizontal.
  • Jika volume suatu benda bertambah, bisnis tersebut bernilai positif, sedangkan volume benda yang terdepresiasi akan memberi nilai negatif pada bisnis.

2. Proses isokorik

Coba lihat gambar berikut!

Proses kedua hukum termodinamika adalah menjelaskan bahwa sistem memiliki nilai volume yang konstan (W = P x ΔV). Berdasarkan Gambar 2 proses isochoric yaitu: Suatu sistem volume konstan (V) akan menghasilkan nilai kerja (W) sama dengan nol (0). Nilai ini didasarkan pada perkalian tekanan (P) dan perubahan volume (volume awal dengan volume akhir).

3. Proses isotermal

Sedangkan proses termodinamika ketiga menggambarkan sistem yang tidak mengalami perubahan temperatur (temperatur konstan).

Penjelasan berdasarkan Gambar 3 adalah proses isotermal:

Suhu konstan menyebabkan penurunan eksponensial dalam volume sistem (tekanan awal hingga tekanan akhir).
Menghasilkan rumus persamaan matematika: W = n x R x T x ln (Vb / Va)

4. Proses adiabatik

Proses akhir dari hukum termodinamika merupakan proses adiabatik, proses ini diilustrasikan pada gambar berikut.

Sistem pada proses keempat tidak mengalami perubahan panas, oleh karena itu nilai kalornya konstan. Grafik pada Gambar 4 menunjukkan kemiringan yang lebih rendah daripada proses isotermal.

Semua proses, dari isobar hingga adiabatik, membentuk sistem yang disebut Siklus Siklus.